Kamis, 04 Juli 2013

Tahukah Kamu : Sebentar Lagi Capung Hilang Dari Indonesia ??

Sebuah laporan mengejutkan datang dari World Dragonflies Association (WDA) atau komunitas pecinta capung internasional yang berpusat di Inggris. Diberitakan, capung di Indonesia terancam punah.

Tak mengherankan, semakin lama bertambah susah menemukan capung terbang di alam bebas. Di tahun 80-an, kita masih mudah melihat koloni capung di lapangan, di antara semak dan pepohonan, apalagi saat musim panas tiba. Tapi skarang sudah jarang..

Sepasang capung

Sepasang capung


Orang tua kita dulu masih percaya mitos, bahwa capung bisa menghentikan kebiasaan ngompol pada anak. Caranya dengan membiarkan capung menggigit pusar di perut. Pernah dengan kepercayaan demikian?

Dewasa ini, di mana kita bisa dengan mudah menemukan capung? Menurut Ketua Indonesia Dragonfly Society (IDS) Wahyu Sigit, catatan dari WDA berdasarkan temuan PBB menyebutkan kondisi perairan di Indonesia sangat memprihatinkan. Padahal kehidupan capung sangat tergantung pada kondisi air.

"Di beberapa daerah yang terdapat air, sudah banyak tidak ditemukan capung. Di Malang, capung tidak ditemukan di Talun atau sepanjang Sungai Brantas," paparnya seperti dikutip dari tribunnews.

Keberadaan capung Indonesia memang semakin mengkhawatirkan. Hal ini bisa disamakan dengan eksistensi kunang-kunang yang juga terancam punah.

Budayawan Prie GS pernah menyinggung hal ini dalam sebuah acara. Disebutkan, orang Jepang yang menyadari kunang-kunang telah musnah dari negeri mereka terpaksa beternak kunang-kunang agar bisa  disebarkan lagi di alam. Apakah hal yang sama akan, dan terpaksa kita lakukan di negeri ini...?

Catatan :
Capung memiliki beberapa nama unik di setiap daerah. Orang Sunda menyebutnya papatong, di Jawa dikenal kinjeng, coblang, gantrung, atau kutrik. Orang Banjar mengenal kasasiur, Flores menyebut tojo dan di Makassar disebut bereng-bereng atau juru-juru. hehe...

Ironis, ada sekitar 700 jenis capung di Indonesia, dan 136 jenis di antaranya bisa ditemukan di Jawa. Faktanya, tidak banyak buku tentang capung untuk lebih mengakrabkan hewan pemakan jentik nyamuk dan hama di sawah ini.

Berdasar catatan IDS, hinggga kini hanya dua buku karya orang Indonesia yang membahas tentang capung, yitu "Mengenal Capung" karya Shanti Susanti terbitan Puslitbang Biologi-LIPI tahun 1998, dan kumpulan esai berjudul "Capung Teman Kita" yang diterbitkan Pelestarian
Pusaka Indonesia pada 2011 lalu.

Apakah kita sudah terlambat menyelamatkan capung dari kepunahan ??

Menyelamatkan Capung


Beautiful: Dew drops on the damselflys in the dawn sun makes them shimmer like jewels

Menyelamatkan Capung


Early riser: Goosens gets up before dawn every morning to take his pictures


Sepasang capung

Capung Unik

Capung Unik


Make it snappy: Goossens has to work quickly because wind blows the dew from the damselflies

Capung Unik


Peek-a-bug: This little Damselfly was caught hiding behind a blade of grass in Fordwich Lakes,
near Kent

Salam PLUR


1 komentar:

Google Followers

Social Media

Join on this site Personal Blogs
blogs
Widget by : andi fiqran
Photoshop Manipulasi Koleksi Tas Dan Souvenir Minasa Upa - by andi fiqran | Copyright of Tutorial Photoshop : Manipulasi Foto / Tips Dan Trik.